Distan Kabupaten Bengkalis Sosialisasikan cara Pemberantasan Hama dan Ulat Api Kepada Petani
Website Resmi Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis,
Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis baru-baru ini mengadakan Kegiatan "Pelatihan Teknis dan Demonstrasi cara Pemberantasan Hama dan Ulat Api “
Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan para petani tentang hama ulat api, sekaligus cara pemberantasannya secara aman dan tepat “ kata Mohammad Azmir, selaku Kepala Bidang Perkebunan dalam kata sambutannya. Kegiatan ini dilaksanakan di (2) dua kecamatan yaitu Kecamatan Mandau dan Pinggir dihadiri oleh 30 orang petani sebagai peserta di masing-masing kecamatan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Mandau dan Pinggir ini menghadirkan narasumber dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau yang dalam hal ini diwakili oleh Sdr. Athailah dan Edison.
Apa itu ulat api? Ulat api (Setothosea asigna Van Eecke) berwarna hijau kekuningan dengan duri-duri yang kokoh di bagian punggung dan bercak bersambung sepanjang punggung, berwarna coklat sampai ungu keabu-abuan dan putih. Ulat api menyerang perkebunan kepala sawit. Pada serangan awal, helaian daun tampak seperti jendela memanjang, terlihat adanya garis-garis transparan berwarna putih kekuningan sampai putih coklat. Gejala lanjut menunjukkan helaian daun yang tinggal menyisakan tulang daun saja (melidi). Dengan demikian, laju proses fotosintesis tanaman terganggu. Apabila tidak segera dilakukan tindakan pengendalian, kerugian hasil akibat hama ini semakin besar. Serangan hama ini menyebabkan kehilangan hasil produksi sebesar 50% (Sumber: 5 kabupaten di Provinsi Jambi, luas serangan mencapai 19.805 Ha, DITLINBUN 2012).
Ada 3 (tiga) cara pengendalian hama ulat api ini, yaitu:
1. Pengendalian mekanis
Mengutip/mengumpulkan dan memusnahkna kepompong yang terdapat di sekitar pertanaman. Selain itu, pemasangan light trap untuk menarik dan memerangkap ngengat dapat juga dilakukan.
2. Pengendalian Hayati
- Telur: memanfaatkan parasitoid Trichogrammatoidae thoseae.
- Ulat: memanfaatkan kehadiran bakteri Bacillus thuringiensis, virus β-nudaurelia, multiple nucleo polyhedrovirus (MNPV); predator Eocanthecona furcellata; serta parasitoid ulat Spinara spinator. Penanaman tumbuhan pinggir seperti Turnera ulmifolia, Boreria alat, dan Cassia tora untuk mendukung perkembangan musuh alami ulat api.
- Kepompong: Jamur Cordycep militaris menyerang instar akhir ulat dan berkembang sampai dengan masa kepompong.
3. Pengendalian Kimiawi
Pengendalian kimiawi dilakukan apabila terjadi eksplosi. Insektisida yang digunakan adalah yang telah diijinkan oleh Menteri Pertanian. Aplikasi insektisida dilakukan dengan menggunakan mist blower atau pengasapan dengan menggunakan fogger.






