Home - Distan Bengkalis

    www.dtphp.bengkaliskab.go.id
Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkalis
Peningkatan Produksi Menuju Kesejahteraan dan Kemandirian Petani

Panen Raya Desa Mentayan Kecamatan Bantan


Tingkatkan Produksi Padi, 500 Ha Lahan di Bantan, Bengkalis Masuk Program Ekstensifikasi

Salah satu upaya meningkatkan produksi padi, 500 Ha lahan di Kecamatan Bantan, Bengkalis masuk program ekstensifikasi pada tahun 2022 mendatang.

Riauterkini-BENGKALIS- Bupati Bengkalis Kasmarni melakukan panen padi bersama di Kawasan Agrowisata Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Selasa (16/11/21) siang.

Turut hadir mendampingi Bupati Bengkalis Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Riau Ir. Syahfalefi, M.Si, Wakil Bupati Bagus Santoso, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Bengkalis, H. Tarmizi, S.P, M,Si, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, S.I.K, M.T serta jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Bengkalis.

 

 

Kesempatan ini Bupati Bengkalis Kasmarni mengatakan, Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sejalan dengan Program Gubernur Riau yang tertuang di dalam RPJMD Dinas TPHP Provinsi Riau yaitu Riau mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakatnya 50% di tahun 2024. Pencapaian target RPJMD ini dilaksanakan melalui Program Riau Bertani yaitu Bergerak Tanam Padi 2020-2024.

Agar lebih fokus dalam melaksanakan program, membagi kawasan padi kabupaten/kota dalam dua klaster, yaitu Klaster Andalan Riau Bertani yang termasuk di dalamnya Kawasan padi Kecamatan Siakkecil dengan luas lahan 1.291 hektare (Ha) dalam program peningkatan IP dan, Klaster Pengembangan Riau Bertani termasuk ke dalamnya kawasan padi Kecamatan Bantan seluas 518 Ha. Tahun 2022 untuk kawasan padi Kecamatan Bantan telah dialokasikan kegiatan ektensifikasi seluas 500 Ha.

Sambung Kasmarni, dengan bantuan yang diberikan, pemerintah mengharapkan adanya peningkatan indeks pertanaman (IP) 100 menjadi 200 atau yang biasanya Kecamatan Bantan hanya menanam padi satu kali dalam setahun, tahun 2022 diharapkan adanya peningkatan menjadi 2 kali dalam setahun. Hal ini dilaksanakan agar terjadi peningkatan luas penen dengan bertambahnya luas tanam, sehingga peningkatan produksi dengan mengoptimalkan fungsi lahan dapat diharapkan.

"Bahwa produksi padi pada tahun 2020 baru mencukupi 23,39% kebutuhan beras masyarakat Riau, sedangkan di Kabupaten Bengkalis produksi padi baru memenuhi 26-28% kebutuhan baras masyarakat Kabupaten Bengkalis. Artinya untuk mencukupi kebutuhan beras, kita masih sangat tergantung dari suplai daerah lain," terangnya.

Menurut Kasmarni, tantangan yang dihadapi sekarang dan ke depan dalam upaya penyediaan pangan atau pemenuhan kebutuhan bahan pangan bagi penduduk akan semakin berat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.

Disisi lain, sambungnya, perkembangan produksi pangan beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, hal ini disebabkan antara lain alih fungsi lahan yang semakin besar, perubahan iklim yang signifikan menyebabkan hama dan penyakit tanaman berkembang pesat, menurunnya minat generasi muda bekerja di sektor pertanian serta lokasi sawah yang berada di pesisir pantai beresiko terhadap jebolnya tanggul pembatas sehingga interubsi air asin di lahan tidak dapat hindari.

"Peningkatan produksi melalui ektensifikasi semakin sulit dilakukan mengingat luas lahan yang semakin terbatas. Oleh karena itu upaya intensifikasi untuk peningkatan produktifitas per hektar saat ini dan dimasa mendatang semakin penting dan harus ditingkatkan dalam upaya peningkatan produksi terus menerus untuk mewujudkan ketahanan pangan secara berkelanjutan," katanya lagi.

Dalam upaya peningkatan produktifitas dan produksi tanaman pangan melalui intensifikasi, pemanfaatan lahan secara optimal sangat diharapkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar lahan sawah di Kabupaten Bengkalis belum dimanfaatkan secara maksimal hal ini disebabkan sumber air baku yang dapat mengairi sawah terus menerus, tidak dimiliki.

"Salah satu cara memanfaatan lahan secara optimal adalah dengan melakukan penanaman dua kali bahkan bisa tiga kali di lahan yang sama baik dengan tanaman padi ataupun tanaman semusim lainnya yang berumur tiga atau empat bulan," sebutnya.

Pembangunan bidang pertanian, termasuk pengembangan dan peningkatan produksi padi, ditegaskan Bupati Kasmarni, merupakan salah satu prioritas yang akan terus ditingkatkan. Hal ini telah menjadi misi Pemkab Bengkalis melalui pengelolaan potensi sumber daya alam yang efektif dalam mewujudkan perekonomian sebagai jalan untuk dapat mencapai visi yaitu "Terwujudnya Kabupaten Bengkalis Bermarwah, Maju dan Sejahtera".

"Kami sangat menyadari, sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah. Peranan sektor pertanian bukan saja memberikan andil terhadap ketahanan pangan, tetapi juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan perekonomian secara menyeluruh, baik menyangkut pendapatan petani, pendapatan daerah, maupun penyerapan tenaga kerja," tegasnya.

Bupati perempuan pertama di Bengkalis ini juga berpesan kepada para petani padi di Kecamatan Bantan agar bantuan pemerintah baik sarana maupun prasarana, yang bersumber dari dana APBN, APBD I maupun APBD kabupaten, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, jangan dijadikan barang dan bangunan, menjadi barang-barang yang hanya digunakan sewaktu-waktu, manfaatkanlah bantuan tersebut secara terus-menerus sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan petani.

"Dalam rangka mendukung Agrowisata Desa Mentayan, jadikan IP 200 pada lahan pertanian ini menjadi program kedepan, jika tanaman padi tidak memungkinkan manfaatkan lahan dengan tanaman pangan lainnya ataupun tanaman hortikultura, sehingga hijauan tanaman pada lokasi wisata ini dapat terus dipertahankan," pesannya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Riau yang telah mengalokasikan kegiatan guna meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan petani hendaknya berkelanjutan dan juga kepada anggota dewan khususnya Dapil Bengkalis dan Bantan, kami berharap dukungan dana dalam hal penyediaan sarana dan prasarana pertanian," pintanya.***(dik)


Komentar

Tulis Komentar

t>